Thursday, 24 October 2013

Sejarah Kalender Masehi

Kalender masehi sebenarnya diambil dari kalender romawi, pada awalnya kalender romawi mengacu pada peredaran bulan kemudian mengacu pada peredaran bulan sekaligus peredaran matahari sebagaimana kalender yahudi dan jumlah bulannya ada 13 bulan dengan menambahkan bulan Marcedonius, kemudian pada tahun 64 sebelum masehi kalender romawi mengacu pada peredaran matahari saja.
Nama-nama bulan romawi sesuai urutan :1. Martius 2. Aprilis 3. Maius 4. Junius 5.Quintilis 6. Sextilis 7. September 8. October 9. November 10. Desember 11. Januarius 12. Februarius.
Inilah sebabnya kenapa perbedaan tahun kabisat dan basitah berada di bulan februari (karena pada awalnya bulan februari berada pada bulan ke 12).
Pada tahun 153 sebelum masehi, Pontivex Maximus (Ketua DPR kala itu) menetapkan bulan Januarius menjadi bulan pertama tanpa mengubah urutan yang ada dan mengakibatkan kesalahan dalam penamaan bulan, yaitu bulan october yang dalam bahasa latinnya Octa adalah delapan namun sekarang menjadi bulan ke sepuluh.
Pada tahun 525 masehi, Pendeta Dyonsius Exiquus menetapkan kalender miladi dimulai dari tahun kelahiran nabi ‘Isa alMasih AS.
Kalender masehi sejak kemunculannya (kalender romawi) hingga saat ini terus dikoreksi dan diperbaiki berikut sejarah perbaikan kalender romawi dan masehi :
1. Penamaan kalender Juian. Pada tahun 63 sebelum masehi, Julius Caesar dipilih menjadi tangan kanan Pontivex Maximus (Ketua DPR kala itu), setelah selesai mempelajari ilmu astronomi. Dan ia dengan dibantu oleh ahli astronomi dari yunani bernama Sosigenes, mengubah kalender romawi yang asalnya mengacu pada peredaran bulan ke kalender yang mengacu pada peredaran matahari. Dan menetapkan jumlah hari dalam satu tahun 365.25 hari/365 hari 6 jam sehingga di tahun kemepatnya jumlah hari dalam satu tahun bertambah 1 hari mendi 366 hari. Kemudia dewan perwakilan rakyat yang diketuai  oleh Mark Anthony, mengubah nama bulan Quintilis (bulan ke tuju)menjadi Julius sebagai pernghormatan pada Julius Caesar serta untuk mengabadikan namanya, sehingga kalender ini dikenal dengan kalender julian.
2. Di kemudian hari raja Augustus menemukan kesalahan dalam kalender julian dan memperbaikinya dengan menghapus semua tambahan tahun kabisat antara tahun 8 sebelum masehi hingga 8 masehi dan karena jasanya namanya dijadikan nama bulan agustus sebagai ganti dari nama bulan Sextilis.
3. Penamaan kelender Gregoian. Pada tahun 325 masehi, Konsilia Nicea menemukan perbedaan dalam perhitungan penetapan perayaan Paskah, jika mengikuti kalender julian maka paskah perjadi pada tanggal 25 maret, sedangkan jika mengikuti perhitungan maka paskah terjadi pada 21 maret, jadi ada selisih 4 hari.
Di kemudian hari ada pendeta bernama Ugo Buogompagni/Gregorius yang dibantu oleh 2 pakar ilmu astronomi bernama Christopher Clavius dan Aloysius Lilius, telah menemukan kesalahan yang tidak terdeteksi sebelumnya yaitu jumlah hari dalam satu tahun sebenarnya bukan 365.25 hari/365 hari 6 jam akan tetapi 365.242199 hari/ 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, jadi setiap tahunnya ada 11 menit 14 detik yang diabaikan dan sampai tahun 1582 menit yang terabaikan tadi telah mencapai lebih dari 17000 menit atau setara dengan 10 hari. Untuk memperbaiki masalah ini Gregorius membuang 10 hari dari bulan oktober 1582, tepatnya pada hari kamis 4 oktober 1582 dan hari berikutnya hari jumat 15 Oktober 1582, perubahan ini tanpa merubah hari. Dan sejak saat itu hingga sekarang tahun kabisat tidak selalu 4 tahun sekali akan tetapi terkadang 8 tahun sekali yaitu pada pada tahun ratusan.

(Sumber : Irsyad alMurid)

No comments:

Post a Comment