Saturday, 12 October 2013

Qiblat Sudah Bergeser ?

Qiblat Sudah Bergeser ?
Kabar ini tidak 100% benar juga tidak 100% salah baik menurut ahli falak maupun menurut ahli fiqh.
Menurut Ilmu Falak, kemungkinan adanya pergeseran arah Qiblat 1. Disebabkan karena lintang/bujur tempat berubah (mustahil posisi tempat dapat berubah) 2. Disebabkan pergeseran bangunan masjid, mushollah, atau bangunan tempat sholat lainnya, dengan kata lain sebenarnya yang berubah bukan arah Qiblatnya tapi bangunannya, sehingga pergeseran suatu bagunan bukan berarti ada pergeseran di bangunan yang lain. Faktor gesernya bangunan selain pondasi bangunan kurang kuat adalah 1. Sering tergenang banjir 2. Sering terjadi gempa/lindu.
Menurut Ilmu Fiqh, Masjid/Mushollah yang sudah lama didirikan dan sudah banyak pengunjungnya serta dari sekian banyak pengunjung tidak ada yang komplain terkait arah Qiblatnya bisa dijadikan acuan dalam sholat, dan tidak perlu ada ijtihad ulang (ref. Safinatun Naja)

Catatan :
  1. Ketentuan lama dan tidaknya masa suatu bangunan, tidak ada ketentuan secara pasti (relatif, menurut urfi), begitu juga jumlah pengunjung (tidak ada ketentuan secara pasti).
  2. Komplen dari pengunjung harus berdasar dari pembuktiaan dan ketidak benaran arah qiblat itu, tidak hanya sersepekulasi/menduga ada pergeseran karena bangunan lain telah bergeser.
Kesimpulan :
  • Selama tidak ada pengunkuran ulang arah qiblat oleh ahlinya yang benar-benar maher dalam ilmu arah Qiblat, Qiblat yang sudah ada tetap bisa bisa digunakan.
  • Pergeseran di suatu masjid tidak bisa dijadikan acuan adanya pergeseran dimasjid/musholla lain)
  • Jika terjadi pergeseran maka sholat yang sebelumnya tidak perlu diulang/qodho, karena ijtihad baru hanya berlaku untuk masa depan bukan masa sebelumnya, kecuali jika sebelumnya tidak didasarkan dari jitihad.

No comments:

Post a Comment