Wednesday, 2 October 2013

Diskripsi Ilmu Falak

Diskripsi Ilmu Falak
Ilmu falak yang dalam bahasa yunaninya disebut dengan ilmu astronomi adalah ilmu yang membahas tentang benda benda langit. Ilmu falak terkadang juga disebut ilmu hisab, ilmu irshod, juga ilmu haiat.
Dalam kitab Khulashoh alwafiyah disebutkan pada dasarnya ilmu falak ada tiga macam :
1. Thob’I : yaitu ilmu yang membahas tentang benda-benda langit untuk mengetahui kejadian-kejadian alam dimasa mendatang dengan rumus-rumus tertentu.
2. Wasfi : yaitu  ilmu yang membahas tentang peredaran benda-benda langit, tentang mathla’nya/terbitnya, bagaimana pergerakannya, tentang ketinggian dan kerendahan posisinya, membahas tentang lamanya waktu malam dan siang serta yang berhubungan dengan data tahun, data bulan, wujudnya hilal, gerhana matahari, dan gerhana bulan.
3. ‘Amali : yaitu ilmu yang membahas tentang cara-cara dalam mengetahui  ilmu Thob’I dan Wasfi.

Penggunaan nama falak dan hisab
Dalam penggunaan nama ilmu falak dan ilmu hisab, biasanya nama ilmu falak digunakan untuk ilmu yang membahas tentang cara mengetahui peredaran matahari yang tidak berkaitan dengan perhitungan data bulan seperti cara mengetahui masuknya waktu sholat, mencari arah qiblat,mengetahui baying-bayang qiblat, teori membuat bencret, dan mengetahui selisih jam Istiwa dan WIB/Waktu Setempat perhari. Sementara nama ilmu hisab biasanya digunakan untuk ilmu yang membahas tentang peredaran matahari yang berkaitan dengan data bulan yaitu cara mengetahui akhir bulan/konjungsi, cara mengetahui kapan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari.

Perlunya Mengetahui Ilmu Falak
Ilmu astronomi ini dalam syariaat islam boleh dipelajari jika berkaitan dengan agama. Seperti :
=> Untuk mengetahui kapan masuknya waktu sholat, kapan waktu sholat akan habis.
=> Untuk mencari posisi qiblat.
=> Untuk mengetahui kapan masuknya awal bulan yang berkaitan dengan awal puasa, musim haji, masa Iddah dll.
=> Untuk mengetahui awal dan akhir gerhana (baik bulan maupun matahari) yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat gerhana.

Sementara untuk ilmu astronomi yang tidak berkaitan dengan agama, dalam syariat islam dilarang, hal ini dikarenakan hawatir merusak keyakinan/keimanan khususnya bagi orang kebanyakan, dengan kata lain jika seseorang dapat mengetahui kejadian dimasa mendatang berdasarkan perhitungan falak/astronomi maka dihawatirkan ia tidak lagi bersandar kekuasaan pada Allah SWT tapi pada benda-benda langit. Karena setiap kejadian yang ada di alam semesta ini Allah SWT telah membuat tanda-tanda pada benda-benda langit.

Pencetus Ilmu Falak
Menurut para pakar ilmu falak pencetus ilmu falak pertama adalah Nabiyulloh  Idris Alaihissalam, beliau diberi kemampuan oleh Allah dalam memahami rahasia-rahasia cakrawala, mengetahui posisi bintang-bintang serta peredarannya, andaikan bukan karena beliau sangat mustahil ilmu falak dapat berkembang hingga sejauh ini.


No comments:

Post a Comment