Friday, 10 October 2014


Whatsapp anda sudah diperpanjang ?
Ingin dibantu memperpanjang ?

100% legal

1 tahun Rp 60rb
3 tahun Rp 80rb
5 tahun Rp 90rb
Pembayaran :
Via Bank BCA : 089-100-8774 a.n Ahmad Tholhah
Via Bak BTN Pos (bs melalui kantor pos) : 1008-10-157-008269-7 a.n Ahmad Tholhah
Via Bank BNI : 0354-6565-16 a.n Ahmad Tholhah

Konfirmasi pembayaran via email : a.tholhah@gmail.com dan sertakan no. Hp yg akan anda perpanjang (no. Hp harus sudah terdaftar di whatsaap)
 Dan tunggu hasil perpanjangan whatsapp anda.

Thursday, 24 October 2013

Sejarah Kalender Masehi

Kalender masehi sebenarnya diambil dari kalender romawi, pada awalnya kalender romawi mengacu pada peredaran bulan kemudian mengacu pada peredaran bulan sekaligus peredaran matahari sebagaimana kalender yahudi dan jumlah bulannya ada 13 bulan dengan menambahkan bulan Marcedonius, kemudian pada tahun 64 sebelum masehi kalender romawi mengacu pada peredaran matahari saja.
Nama-nama bulan romawi sesuai urutan :1. Martius 2. Aprilis 3. Maius 4. Junius 5.Quintilis 6. Sextilis 7. September 8. October 9. November 10. Desember 11. Januarius 12. Februarius.
Inilah sebabnya kenapa perbedaan tahun kabisat dan basitah berada di bulan februari (karena pada awalnya bulan februari berada pada bulan ke 12).
Pada tahun 153 sebelum masehi, Pontivex Maximus (Ketua DPR kala itu) menetapkan bulan Januarius menjadi bulan pertama tanpa mengubah urutan yang ada dan mengakibatkan kesalahan dalam penamaan bulan, yaitu bulan october yang dalam bahasa latinnya Octa adalah delapan namun sekarang menjadi bulan ke sepuluh.
Pada tahun 525 masehi, Pendeta Dyonsius Exiquus menetapkan kalender miladi dimulai dari tahun kelahiran nabi ‘Isa alMasih AS.
Kalender masehi sejak kemunculannya (kalender romawi) hingga saat ini terus dikoreksi dan diperbaiki berikut sejarah perbaikan kalender romawi dan masehi :
1. Penamaan kalender Juian. Pada tahun 63 sebelum masehi, Julius Caesar dipilih menjadi tangan kanan Pontivex Maximus (Ketua DPR kala itu), setelah selesai mempelajari ilmu astronomi. Dan ia dengan dibantu oleh ahli astronomi dari yunani bernama Sosigenes, mengubah kalender romawi yang asalnya mengacu pada peredaran bulan ke kalender yang mengacu pada peredaran matahari. Dan menetapkan jumlah hari dalam satu tahun 365.25 hari/365 hari 6 jam sehingga di tahun kemepatnya jumlah hari dalam satu tahun bertambah 1 hari mendi 366 hari. Kemudia dewan perwakilan rakyat yang diketuai  oleh Mark Anthony, mengubah nama bulan Quintilis (bulan ke tuju)menjadi Julius sebagai pernghormatan pada Julius Caesar serta untuk mengabadikan namanya, sehingga kalender ini dikenal dengan kalender julian.
2. Di kemudian hari raja Augustus menemukan kesalahan dalam kalender julian dan memperbaikinya dengan menghapus semua tambahan tahun kabisat antara tahun 8 sebelum masehi hingga 8 masehi dan karena jasanya namanya dijadikan nama bulan agustus sebagai ganti dari nama bulan Sextilis.
3. Penamaan kelender Gregoian. Pada tahun 325 masehi, Konsilia Nicea menemukan perbedaan dalam perhitungan penetapan perayaan Paskah, jika mengikuti kalender julian maka paskah perjadi pada tanggal 25 maret, sedangkan jika mengikuti perhitungan maka paskah terjadi pada 21 maret, jadi ada selisih 4 hari.
Di kemudian hari ada pendeta bernama Ugo Buogompagni/Gregorius yang dibantu oleh 2 pakar ilmu astronomi bernama Christopher Clavius dan Aloysius Lilius, telah menemukan kesalahan yang tidak terdeteksi sebelumnya yaitu jumlah hari dalam satu tahun sebenarnya bukan 365.25 hari/365 hari 6 jam akan tetapi 365.242199 hari/ 365 hari 5 jam 48 menit 46 detik, jadi setiap tahunnya ada 11 menit 14 detik yang diabaikan dan sampai tahun 1582 menit yang terabaikan tadi telah mencapai lebih dari 17000 menit atau setara dengan 10 hari. Untuk memperbaiki masalah ini Gregorius membuang 10 hari dari bulan oktober 1582, tepatnya pada hari kamis 4 oktober 1582 dan hari berikutnya hari jumat 15 Oktober 1582, perubahan ini tanpa merubah hari. Dan sejak saat itu hingga sekarang tahun kabisat tidak selalu 4 tahun sekali akan tetapi terkadang 8 tahun sekali yaitu pada pada tahun ratusan.

(Sumber : Irsyad alMurid)

Wednesday, 23 October 2013

Isbat Pemerintah dengan Ketinggian Rendah

Berikut adalah realita terlihatnya hilal di tanah air dengan ketinggian rendah dan diistbat pemerintah.
1 Syawal 1377 .H /19 April 1958 (Hilal dapat dilihat di Tanggerang)
Garapan          Ketinggian     Cahaya      lama hilal
Fathur Rouf      4°28’          18’ 09”     0:17:53
Khulasho Wafiyah 3°07’          13’ 31”     0:12:34
Badiatul Mitsal  3°09’          13’ 39”     0:12:37
Nurul Anwar      1°52’          13’ 39”     0:10:05
Ephemeris        1°52’          09’ 26”     0:07:27

1 Dulhijjah 1377 .H /17 Juni 1958 (Hilal dapat dilihat di Majalengka)
Garapan          Ketinggian     Cahaya      lama hilal
Fathur Rouf      2°01’          12’ 21”     0:08:05
Khulasho Wafiyah 2°24’          09’ 34”     0:08:16
Badiatul Mitsal  1°57’          17’ 57”     0:08:20
Nurul Anwar      0°45’          45’ 08”     0:01:15
Ephemeris        0°49’          16’ 24”     0:03:14
1 Dulhijjah 1389 .H /06 Februari 1970 (Hilal dapat dilihat di Tangkubanprahu)
Garapan          Ketinggian     Cahaya      lama hilal
Fathur Rouf      1°38’          08’ 47”     0:06:34
Khulasho Wafiyah 2°25’          09’ 24”     0:08:16
Badiatul Mitsal  2°15’          09’ 47”     0:09:27
Nurul Anwar      1°22’          06’ 57”     0:08:10
Ephemeris        1°36’          07’ 14”     0:06:26
(Sumber alKhulasho alWafiyah dg penambahan data)

Saturday, 12 October 2013

Qiblat Sudah Bergeser ?

Qiblat Sudah Bergeser ?
Kabar ini tidak 100% benar juga tidak 100% salah baik menurut ahli falak maupun menurut ahli fiqh.
Menurut Ilmu Falak, kemungkinan adanya pergeseran arah Qiblat 1. Disebabkan karena lintang/bujur tempat berubah (mustahil posisi tempat dapat berubah) 2. Disebabkan pergeseran bangunan masjid, mushollah, atau bangunan tempat sholat lainnya, dengan kata lain sebenarnya yang berubah bukan arah Qiblatnya tapi bangunannya, sehingga pergeseran suatu bagunan bukan berarti ada pergeseran di bangunan yang lain. Faktor gesernya bangunan selain pondasi bangunan kurang kuat adalah 1. Sering tergenang banjir 2. Sering terjadi gempa/lindu.
Menurut Ilmu Fiqh, Masjid/Mushollah yang sudah lama didirikan dan sudah banyak pengunjungnya serta dari sekian banyak pengunjung tidak ada yang komplain terkait arah Qiblatnya bisa dijadikan acuan dalam sholat, dan tidak perlu ada ijtihad ulang (ref. Safinatun Naja)

Catatan :
  1. Ketentuan lama dan tidaknya masa suatu bangunan, tidak ada ketentuan secara pasti (relatif, menurut urfi), begitu juga jumlah pengunjung (tidak ada ketentuan secara pasti).
  2. Komplen dari pengunjung harus berdasar dari pembuktiaan dan ketidak benaran arah qiblat itu, tidak hanya sersepekulasi/menduga ada pergeseran karena bangunan lain telah bergeser.
Kesimpulan :
  • Selama tidak ada pengunkuran ulang arah qiblat oleh ahlinya yang benar-benar maher dalam ilmu arah Qiblat, Qiblat yang sudah ada tetap bisa bisa digunakan.
  • Pergeseran di suatu masjid tidak bisa dijadikan acuan adanya pergeseran dimasjid/musholla lain)
  • Jika terjadi pergeseran maka sholat yang sebelumnya tidak perlu diulang/qodho, karena ijtihad baru hanya berlaku untuk masa depan bukan masa sebelumnya, kecuali jika sebelumnya tidak didasarkan dari jitihad.

Saturday, 5 October 2013

Bumi vs Matahari

Bumi Bulat atau Datar ?
Semua pakar ilmu astronomi sepakat bahwa bumi itu bulat, dan ini bisa dibuktikan jika anda berada di pantai, ketika anda melihat ke arah laut yang luas, air laut terlihat seperti bola (air yang lebih jauh terlihat lebih rendah posisinya dibanding  dengan yang dekat). Bukti lain adalah setiap benda yang diliahat dari kejauhan pasti yang terlihat terlebih dulu bagian atasnya.

Seberapa Besar Bumi Ini
Panjang bumi dari timur ke barat adalah 12.756.0 km
luas bumi dari utara ke selatan adalah 12.735.0 km
jadi selisih panjang dan luas bumi adalah 21 km
panjang dan luas ini tidak melalui permukaan, akan tetapi dengan menarik benang dari titik timur ke titik barat dan dari utara ke selatan.
Sementara luas permukaan bumi secara menyeluruh adalah 509 milyar kilo meter persegi. Air laut mendominasi 383 milyar kilo meter dan sisanya untuk darat adalah 126 milyar kilo meter (alKhulashoh Alwafiyah)

Besar Matahari Dibanding Bumi
Matahari adalah benda langit yang paling besar dan jika dibandingkan dengan benda-benda langit yang mengelilinginya matahari lebih besar 500 kali lipat, jika dibandingkan dengan bumi saja matahari lebih besar 1.387.000 kali lipatnya besar bumi. Waooow

Seberapa Jauh Matahari Dari Bumi
Rata-rata jauhnya matahari dari bumi adalah 149.000.000 km
Jarak terdekatnya adalah 146.188.840 km
Jarak terjauhnya adalah 151.175.080 km
Kecepatan sinar matahari adalah 300.000 km perdetik
Dan untuk menempuh jarak matahari ke bumi sinar matahari butuh waktu 8.5 menit untuk bisa sampai ke bumi. (Batlimos, alKhulashoh Alwafiyah)


Kalender Hijri dan Masehi

Diskripsi Kalender Hijriyah
Kalender Hijri adalah penanggalan yang dipakai oleh ummat muslim dan menjadi standard yang akui oleh syariaat dalam menjalankan hukum-hukum syariat semisal jatuhnya bulan Ramadan, menghitung lamanya masa suci dan haid, menghitung masa iddah dll.

Kalender Hijri sesuai dengan namanya mengacu pada hirahnya Rosululloh SAW dari kota Makkah ke Madinah tepatnya pada hari Senin 8 Rabiul awal 0 H. / 20 September 621 M. dan tahun berikutnya menjadi tahun 1 hijriyah. Tahun 1 hijriyah secara perhitungan/ilmu hisab jatuh pada hari kamis yang bertepatan 15 Juli 622 M., dan secara rukyah dimulai pada hari jumat. (Imam Mahmud Basya)

Pembukuan Pertama Kalender Hijri
Menurut sejarah meskipun kalender hijri mengacu pada hijrah Nabi SAW, tapi di zaman Nabi SAW dan kholifah Abu Bakar alShiddiq kalender hijri tidak dibukukan seperti sekarang karena hanya berpedoman pada rukyah, sementara ruknya hanya bisa dilaksanakan pada bulan berjalan. Dan baru dirumuskan pada zaman kholifah Umar bin Khottob pada hari rabu 20 jumadil akhir tahun 17 H. yang berarti dimulainya penggunaan ilmu hisab dalam pembuatan kalender hijri tanpa meninggalkan tradisi rukyatul hilal.

Penyebab Perbedaan Awal Bulan Hijri
Penetapan awal bulan hijri bisa berdasarkan rukyatul hilal dan bisa berdasarkan perhitungan hilal, metode rukyah bisa menyebabkan perbedaan karena tidak setiap orang dapat melihatnya, metode perhitungan juga dapat menyebabkan perbedaan karena standar penetapannya yang terus berkembang dan cara perhitungannya juga terus berkembang dari masa ke masa, ada yang menggunakan cara dan standar klasik, ada yang menggunakan cara perhitungan dan standar penetapan terkini. Inilah penyebab terjadinya perbedaan.

Diskripsi Kalender Masehi atau Muladi

Kalender Masehi adalah penanggalan yang pengcu pada peredaran matahari.
Kalender ini dinisbatkan pada Nabi Isa alMasih Alaihis Salam. Dan permulaan kalender ini mengacu pada kelahirang Nabi Isa Alaihis Salam karenanya kalender ini juga dikenal dengan nama kalender miladi. Namun dalam penggunaannya kalender ini baru diberlakukan dan digunaan mulai tahun 527M.

Wednesday, 2 October 2013

Diskripsi Ilmu Falak

Diskripsi Ilmu Falak
Ilmu falak yang dalam bahasa yunaninya disebut dengan ilmu astronomi adalah ilmu yang membahas tentang benda benda langit. Ilmu falak terkadang juga disebut ilmu hisab, ilmu irshod, juga ilmu haiat.
Dalam kitab Khulashoh alwafiyah disebutkan pada dasarnya ilmu falak ada tiga macam :
1. Thob’I : yaitu ilmu yang membahas tentang benda-benda langit untuk mengetahui kejadian-kejadian alam dimasa mendatang dengan rumus-rumus tertentu.
2. Wasfi : yaitu  ilmu yang membahas tentang peredaran benda-benda langit, tentang mathla’nya/terbitnya, bagaimana pergerakannya, tentang ketinggian dan kerendahan posisinya, membahas tentang lamanya waktu malam dan siang serta yang berhubungan dengan data tahun, data bulan, wujudnya hilal, gerhana matahari, dan gerhana bulan.
3. ‘Amali : yaitu ilmu yang membahas tentang cara-cara dalam mengetahui  ilmu Thob’I dan Wasfi.

Penggunaan nama falak dan hisab
Dalam penggunaan nama ilmu falak dan ilmu hisab, biasanya nama ilmu falak digunakan untuk ilmu yang membahas tentang cara mengetahui peredaran matahari yang tidak berkaitan dengan perhitungan data bulan seperti cara mengetahui masuknya waktu sholat, mencari arah qiblat,mengetahui baying-bayang qiblat, teori membuat bencret, dan mengetahui selisih jam Istiwa dan WIB/Waktu Setempat perhari. Sementara nama ilmu hisab biasanya digunakan untuk ilmu yang membahas tentang peredaran matahari yang berkaitan dengan data bulan yaitu cara mengetahui akhir bulan/konjungsi, cara mengetahui kapan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari.

Perlunya Mengetahui Ilmu Falak
Ilmu astronomi ini dalam syariaat islam boleh dipelajari jika berkaitan dengan agama. Seperti :
=> Untuk mengetahui kapan masuknya waktu sholat, kapan waktu sholat akan habis.
=> Untuk mencari posisi qiblat.
=> Untuk mengetahui kapan masuknya awal bulan yang berkaitan dengan awal puasa, musim haji, masa Iddah dll.
=> Untuk mengetahui awal dan akhir gerhana (baik bulan maupun matahari) yang berkaitan dengan pelaksanaan sholat gerhana.

Sementara untuk ilmu astronomi yang tidak berkaitan dengan agama, dalam syariat islam dilarang, hal ini dikarenakan hawatir merusak keyakinan/keimanan khususnya bagi orang kebanyakan, dengan kata lain jika seseorang dapat mengetahui kejadian dimasa mendatang berdasarkan perhitungan falak/astronomi maka dihawatirkan ia tidak lagi bersandar kekuasaan pada Allah SWT tapi pada benda-benda langit. Karena setiap kejadian yang ada di alam semesta ini Allah SWT telah membuat tanda-tanda pada benda-benda langit.

Pencetus Ilmu Falak
Menurut para pakar ilmu falak pencetus ilmu falak pertama adalah Nabiyulloh  Idris Alaihissalam, beliau diberi kemampuan oleh Allah dalam memahami rahasia-rahasia cakrawala, mengetahui posisi bintang-bintang serta peredarannya, andaikan bukan karena beliau sangat mustahil ilmu falak dapat berkembang hingga sejauh ini.